nusaone.id – Meureudu – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan ngopi santai atau kopi darat yang berlangsung di Kafe Tuwaga, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Acara ini menjadi momen spesial karena dihadiri oleh Dedy Putra yang berkenan membagikan lika-liku perjalanan hidupnya kepada para hadirin.
Kegiatan akrab tersebut berlangsung pada Kamis, 23 April 2026, mulai pukul 01.10 WIB dini hari. Waktu yang tidak biasa ini justru memberikan nuansa tersendiri, membuat obrolan terasa lebih intim dan bebas dari kesibukan aktivitas sehari-hari.
Di tempat yang sama, Dedy Putra, putra asli Gampong Berawang, menjadi tokoh utama yang membagikan cerita. Ia dikenal sebagai sosok yang lahir dan besar di lingkungan sederhana namun memiliki semangat juang yang sangat tinggi hingga berhasil meraih kesuksesan seperti saat ini.
Dalam perbincangan santai tersebut, Dedy menceritakan awal mula perjalanan hidupnya. Menurutnya, keterbatasan ekonomi dan kondisi kehidupan yang sederhana sejak kecil justru menjadi modal utama yang membentuk karakter dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan pekerja keras.
“Dari kecil memang sudah terbiasa dengan keterbatasan. Itu yang membuat saya tidak mudah menyerah dalam menghadapi segala tantangan hidup,” ujar Dedy Putra dengan nada tegas namun santai di sela-sela menyeruput kopi.
Tak hanya berjuang untuk diri sendiri, Dedy juga mengaku pernah menjadi tulang punggung keluarga. Tanggung jawab besar tersebut ia emban dengan ikhlas demi masa depan adik-adiknya, di mana ia bertekad memberikan pendidikan terbaik bagi mereka.
Berkat kerja keras dan pengorbanannya, Dedy berhasil membawa serta menyekolahkan ketiga adiknya di Kota Medan. Ia membiayai pendidikan mereka mulai dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP) hingga berhasil menyelesaikan studi di jenjang perguruan tinggi atau universitas.
Keputusan untuk merantau dan menetap di Kota Medan, Sumatera Utara, ternyata menjadi langkah besar yang mengubah nasib. Di tanah perantauan, ia memulai segalanya benar-benar dari nol dan rela melakukan berbagai jenis pekerjaan keras demi bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Pengalaman hidup jauh dari kampung halaman tersebut menurutnya bagaikan sebuah sekolah kehidupan yang nyata. Hal itu mengajarkannya arti kemandirian, kedisiplinan tinggi, serta cara menghadapi berbagai dinamika dan rintangan dengan kepala dingin.
Kegiatan ngopi bareng ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang silaturahmi semata. Kisah perjuangan Dedy Putra menjadi inspirasi dan motivasi kuat, khususnya bagi generasi muda untuk berani bekerja keras, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah dalam meraih masa depan yang lebih cerah.
(Redaksi Putra Chan/Arju Na Fahlefi)
Dedy putra berhasil memboyong tiga adik nya bersekolah dari eljenjang sekolah menengah tingkat pertama (SMP) hingga ke perguruan tinggi


















