Home / Daerah / Headline / News

Minggu, 28 September 2025 - 20:10 WIB

Lansia di Rukoh Ditemukan Meninggal, Polisi Lidik Sebab Kematiannya

Banda Aceh. –  BG (62) warga Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, ditemukan meninggal oleh anak kandungnya MAM (24) di kamar tidur korban, Sabtu (27/9/2025) sore. Saat ditemukan, kondisi kulit korban sudah menghitam dan mengembung.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono melalui Kapolsek Syiah Kuala, Iptu Cut Laila Surya, Minggu (28/9/2025) pagi.

Benar, korban ditemukan oleh anak kandungnya di dalam kamar tidur korban dengan kulit sudah hitam dan badan sudah mengembung, ujar Kapolsek.

Iptu Cut Laila menjelaskan, dari keterangan anak kandungnya MAM, kebiasaan orang tuanya itu sering melakukan bersih-bersih halaman seperti mencabut rumput dan bersih-bersih seputaran rumah kos, akan tetapi sudah seharian tidak kelihatan.

Baca Juga |  Pemerintah Aceh Catatkan Prestasi, Pelayanan Publik Masuk Delapan Besar

“MAM mencoba naik ke lantai dua dikarenakan korban tidurnya sudah kamar dilantai dua untuk mengontrol anak-anak kos. Pada saat membuka pintu kamar, ditemukan korban dengan posisi telentang diatas kasur dan kondisinya yang sudah membengkak mengeluarkan aroma kurang sedap,” sebut Kapolsek lagi yang kerap disapa Cut Uya.

Setelah melihat kejadian itu, MAM melaporkan ke Polsek Syiah Kuala terkait  kejadian tersebut, lalu piket Polsek Syiah Kuala langsung menuju ke TKP untuk mengamankan “Status Quo”.

Menurut MAM, ayahnya itu sering melakukan Check Up ke Rumah Sakit, apakah menderita penyakit parah atau tidak, ia pun tidak mengetahui nya, sebut Cut Uya.

Baca Juga |  Armiyadi Minta Pemerintah Aceh Evaluasi Izin Indomaret dan Alfamart

Selain itu, menurut keterangan Najwa Ardianza, (24) penghuni kamar kos, hari Kamis  lalu, saksi ada menghirup aroma yang tidak sedap yang berasal dari kamar depan yaitu kamar bapak kos (BG), akan tetapi saksi mengira bahwa aroma tidak sedap itu berasal dari bangkai tikus atau tong sampah dan ia pun mengabaikannya, ujar Kapolsek.

Awalnya pihak keluarga menolak untuk dilakukan tindakan medis, akan tetapi setelah petugas Polsek Syiah Kuala melihat kondisi jenazah yang sudah mulai terjadinya pembusukan, petugas memutuskan untuk menghubungi Tim Inafis Sat Reskrim Polresta Banda Aceh untuk dilakukan olah TKP.

Baca Juga |  Presiden Prabowo Resmikan Gudang Ketahanan Pangan Polda Aceh Berkapasitas 1.000 Ton

Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh tim Innafis Satreskrim Polresta Banda Aceh, jenazah di evakuasi ke Rumah Sakit Umum  Zainal Abidin menggunakan mobil ambulance PMI untuk dilakukan visum oleh tim Forensik.

“Tidak ada penyakit bawaan atau tanda-tanda kekerasan, ini masih proses lidik. Mengenai penyebab, menunggu hasil visum dari dokter,” ucap Iptu Cut Uya.

Ketika ditanyakan berapa hari korban diperkirakan sudah meninggal dunia, Kapolsek menjawab diperkirakan sudah tiga hari dari keterangan saksi Najwa Ardianza yang menghirup aroma tidak sedap, pungkasnya.

 

Share :

Baca Juga

Headline

Angin Kencang Terjang Pidie Jaya, Rumah Mantan Imam di Manyang Lancok Rusak Parah

Daerah

Dinas Peternakan Aceh Pastikan Stok Hewan Kurban Aman Jelang Meugang Iduladha 1447 H

News

Solidarity Squad Aceh Apresiasi Pencabutan Pergub JKA oleh Gubernur Aceh

Lingkungan

Launching Desa Siaga Bencana, PLN UID Aceh dan Pemkab Pidie Jaya Perkuat Kesiapsiagaan Warga

Daerah

Saweu Keude Kupi Kapolres Sabang Bersama Warga Kuta Timu, Perkuat Sinergi “Polri Untuk Masyarakat”

Daerah

DPW MIM Aceh Desak Gubernur Buka Bukti Resmi Pencabutan JKA, Jangan Hanya Lempar Pernyataan

News

Rakor Bersama KPK, Pemerintah Aceh Fokus Perkuat Pencegahan Korupsi

Headline

Soroti Pencabutan Pergub JKA, Herman Hartono Ginting: “Tanpa Pergub Baru, Secara Hukum Belum Sah Dicabut”