Lebong – nusaone.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu bersama Ikatan Wartawan Online (IWO) Bengkulu memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui kegiatan edukasi di Kabupaten Lebong.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bappeda Lebong pada Selasa (28/4/2026) tersebut menghadirkan Kepala OJK Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, serta Ketua IWO Bengkulu, Musdamori, bersama jajaran pengurus dan anggota dari berbagai kabupaten/kota.
Dalam kesempatan itu, OJK Bengkulu menegaskan pentingnya peran media, khususnya IWO, dalam menyebarluaskan informasi yang akurat dan edukatif terkait sektor jasa keuangan. Kolaborasi ini dinilai strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang aman dan legal.
Ayu Laksmi Syntia Dewi menyampaikan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat masih perlu ditingkatkan, terutama di wilayah perdesaan. Menurutnya, jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.
“Media memiliki peran besar dalam membangun kesadaran masyarakat. Melalui sinergi dengan IWO, kami berharap informasi terkait keuangan dapat tersampaikan secara benar dan mencegah masyarakat dari praktik ilegal,” ujarnya.
Sementara itu, Musdamori menegaskan komitmen IWO Bengkulu untuk mendukung program edukasi keuangan yang digagas OJK. Ia menyebut insan pers memiliki tanggung jawab dalam menyajikan informasi yang berimbang, akurat, dan mendidik.
“Kami siap menjadi mitra strategis OJK dalam menyampaikan edukasi keuangan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital seperti maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong,” kata Musdamori.
Melalui kegiatan ini, OJK juga memberikan pemahaman terkait pentingnya prinsip kehati-hatian dalam mengelola keuangan, termasuk mengenali ciri-ciri investasi ilegal serta pentingnya memilih layanan keuangan yang telah terdaftar dan diawasi.
Sinergi antara OJK Bengkulu dan IWO Bengkulu diharapkan mampu memperluas jangkauan literasi keuangan, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendorong masyarakat menjadi lebih cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan di era digital.


















