Home / News

Minggu, 26 April 2026 - 17:33 WIB

Lumpur Jadi Berkah, Semangka Tumbuh Subur di Sawah Meureudu

nusaone.id – Pidie Jaya — Masyarakat Gampong Manyang Cut dan Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, memanfaatkan lahan persawahan pascabanjir hidrometeorologi dengan menanam semangka dan cabai sebagai alternatif pengganti padi.

Langkah ini dilakukan karena sebagian besar lahan sawah belum dapat ditanami padi akibat masih dipenuhi endapan lumpur, meskipun bencana banjir telah terjadi sekitar lima bulan lalu.

Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, masih banyak areal persawahan yang terbengkalai. Namun, sebagian petani mulai mengolah lahan tersebut agar tetap produktif dan tidak dibiarkan kosong.

Pemanfaatan lahan ini dilakukan di wilayah Kecamatan Meureudu, khususnya di Gampong Manyang Cut dan Manyang Lancok yang menjadi salah satu daerah terdampak banjir.

Baca Juga |  Waspada Gebyar Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Abaikan Pesan Hoax

Para petani memilih menanam semangka karena tanaman ini memiliki masa panen yang relatif singkat serta dinilai mampu beradaptasi dengan kondisi tanah pasca banjir.

Selain semangka, sebagian petani juga menanam cabai sebagai upaya diversifikasi tanaman untuk meningkatkan peluang hasil ekonomi.

Baca Juga |  Sambut HUT ke 80 TNI, Kodam Iskandar muda Gelar Karya Bakti di Mesjid Tuha Indra Puri

Dalam praktiknya, petani menggunakan sistem bedengan yang dilapisi mulsa plastik guna menjaga kelembapan tanah serta mengurangi pertumbuhan gulma.

Dari hasil pemantauan di lapangan, tanaman semangka terlihat tumbuh cukup subur dan merata. Hamparan hijau tanaman kini menjadi pemandangan baru di lahan yang sebelumnya terdampak banjir.

“Daripada sawah dibiarkan terbengkalai, lebih baik dimanfaatkan. Alhamdulillah, semangka tumbuh dengan baik,” ujar salah seorang petani.

Saat ini, harga semangka di pasaran berkisar antara Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, bahkan bisa mencapai Rp18.000 per kilogram untuk jenis tertentu. Kondisi ini memberikan harapan bagi petani untuk memperoleh penghasilan sambil menunggu musim tanam padi kembali normal.

Baca Juga |  Rakernis Bidpropam 2026 Resmi Dibuka Kapolda Aceh: Propam sebagai Garda Etik dan Penjaga Marwah Polri

Meski demikian, petani masih menghadapi sejumlah kendala seperti pertumbuhan gulma, potensi serangan hama, serta perlunya pengelolaan drainase yang baik agar lahan tidak kembali tergenang. Masyarakat berharap adanya dukungan dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu meningkatkan hasil produksi dan pemasaran.

 

 

(Tim Redaksi Putra Chan/Arju Na Fahlefi)

Dari bencana hidrometrologi akan membawa Rahmat dikemudian hari

 

 

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Munawar Ibrahim Terpilih Sebagai Ketua ICMI Pidie Jaya

Daerah

Melarikan Diri dan Terjatuh ke Lereng Saat Hendak Ditangkap, Seorang Pengedar Narkoba di Aceh Timur Meninggal Dunia

Daerah

Pangdam Iskandar Muda Lantik 101 Bintara Baru di Rindam IM.

Daerah

Ngaku KDRT Saat Telepon Polisi, Ternyata Ibu di Banda Aceh Ini Hanya Lapar: Respon Polisi Bikin Haru!

Daerah

Polresta Banda Aceh Sita 70 Ribu Batang Rokok Ilegal Dari Mahasiswa Asal Bireuen

Daerah

Pangdam IM Pimpin Penutupan Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang I TA 2026

News

Bawa Aspirasi Warga ke Pusat, Mustafa Abubakar Pantau Kondisi SD IT di Meunasah Lhok

News

Prof. Dr. Mustafa Abubakar, M.Si Desak Percepatan Penanganan Sungai Meureudu