nusaone.id – Pidie Jaya — Masyarakat Gampong Manyang Cut dan Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, memanfaatkan lahan persawahan pascabanjir hidrometeorologi dengan menanam semangka dan cabai sebagai alternatif pengganti padi.
Langkah ini dilakukan karena sebagian besar lahan sawah belum dapat ditanami padi akibat masih dipenuhi endapan lumpur, meskipun bencana banjir telah terjadi sekitar lima bulan lalu.

Pemanfaatan lahan ini dilakukan di wilayah Kecamatan Meureudu, khususnya di Gampong Manyang Cut dan Manyang Lancok yang menjadi salah satu daerah terdampak banjir.
Para petani memilih menanam semangka karena tanaman ini memiliki masa panen yang relatif singkat serta dinilai mampu beradaptasi dengan kondisi tanah pasca banjir.
Selain semangka, sebagian petani juga menanam cabai sebagai upaya diversifikasi tanaman untuk meningkatkan peluang hasil ekonomi.
Dalam praktiknya, petani menggunakan sistem bedengan yang dilapisi mulsa plastik guna menjaga kelembapan tanah serta mengurangi pertumbuhan gulma.
Dari hasil pemantauan di lapangan, tanaman semangka terlihat tumbuh cukup subur dan merata. Hamparan hijau tanaman kini menjadi pemandangan baru di lahan yang sebelumnya terdampak banjir.
“Daripada sawah dibiarkan terbengkalai, lebih baik dimanfaatkan. Alhamdulillah, semangka tumbuh dengan baik,” ujar salah seorang petani.
Saat ini, harga semangka di pasaran berkisar antara Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, bahkan bisa mencapai Rp18.000 per kilogram untuk jenis tertentu. Kondisi ini memberikan harapan bagi petani untuk memperoleh penghasilan sambil menunggu musim tanam padi kembali normal.
Meski demikian, petani masih menghadapi sejumlah kendala seperti pertumbuhan gulma, potensi serangan hama, serta perlunya pengelolaan drainase yang baik agar lahan tidak kembali tergenang. Masyarakat berharap adanya dukungan dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu meningkatkan hasil produksi dan pemasaran.
(Tim Redaksi Putra Chan/Arju Na Fahlefi)
Dari bencana hidrometrologi akan membawa Rahmat dikemudian hari


















