nusaone.id – Pidie Jaya –PIDIE JAYA – Sebanyak 185 jamaah calon haji asal Kabupaten Pidie Jaya mengikuti prosesi peusijuek atau tepung tawar yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Tgk Chik Pante Geulima, Senin (4/5/2026).
Prosesi adat khas Aceh tersebut dilaksanakan sebagai bentuk doa, restu, serta harapan agar para jamaah diberikan keselamatan dan kelancaran dalam menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, MA, S.Sos., MM, dalam kesempatan itu berpesan kepada para calon jamaah haji agar turut menyampaikan salam kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW saat berada di Tanah Suci.

Kami titip salam kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Semoga seluruh jamaah diberi kemudahan dan menjadi haji yang mabrur,” ujar Bupati.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Kementerian Agama, tokoh masyarakat, serta keluarga jamaah yang datang memberikan dukungan dan doa bagi para calon tamu Allah.
Suasana religius tampak menyelimuti jalannya acara. Para jamaah yang mengenakan pakaian serba putih mengikuti rangkaian prosesi dengan penuh kekhusyukan dan haru.
Tokoh agama bersama pejabat daerah secara bergantian melakukan peusijuek kepada jamaah. Doa dipanjatkan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kesabaran, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
Kepala Dinas Syariat Islam Pidie Jaya, Said Abdullah, SH, MKM, mengatakan peusijuek bukan sekadar tradisi adat, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Aceh.
“Peusijuek ini adalah bentuk doa dan harapan kita bersama agar jamaah diberikan keselamatan selama perjalanan hingga kembali ke tanah air,” katanya.
Berdasarkan data, jumlah jamaah calon haji tahun ini terdiri dari 183 jamaah dan dua petugas kloter, dengan rincian 120 perempuan dan 63 laki-laki yang berasal dari Kecamatan Bandar Baru, Pante Raja, Trienggadeng, Meureudu, Meurah Dua, Ulim, Jangka Buya, dan Bandar Dua.
Para jamaah dijadwalkan akan dilepas secara resmi dari Gedung MTQ Pidie Jaya sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 17 Mei 2026 malam sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
(Tim Redaksi Putra Chan/Arju Na Fahlefi)
Prosesi adat khas Aceh tersebut dilaksanakan sebagai bentuk doa, restu, serta harapan agar para jamaah diberikan keselamatan dan kelancaran dalam menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.


















