musaone.id – Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan saat ia memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (4/5).
Dalam amanat yang dibacakannya dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Fadhlullah menyampaikan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia yang harus dijalankan dengan penuh ketulusan untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi pribadi beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, transformasi pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada perubahan kurikulum, tetapi juga harus menyentuh pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam, kontekstual, serta relevan dengan perkembangan zaman.
“Peningkatan mutu pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus,” ujarnya.
Ia juga memaparkan sejumlah langkah strategis pemerintah dalam mendukung implementasi deep learning, di antaranya pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, percepatan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan pendidikan karakter, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan fleksibel.
Fadhlullah menyebut, dalam 18 bulan terakhir Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah memperkuat fondasi pendidikan berkualitas melalui penguatan regulasi serta sinergi empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha hingga mitra pendidikan yang berperan aktif dalam memajukan dunia pendidikan nasional.
Upacara Hardiknas 2026 di lingkungan Pemerintah Aceh berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda Aceh, para Asisten Sekda, kepala SKPA, kepala sekolah, serta perwakilan siswa dari berbagai sekolah di Banda Aceh.
Momentum Hardiknas ini sekaligus menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama untuk memastikan generasi masa depan memiliki kompetensi yang relevan dan mampu bersaing di tingkat global.
[**]


















