Home / Lingkungan / Nasional / Pemerintah Aceh

Senin, 4 Mei 2026 - 15:44 WIB

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 185 Jamaah Haji Pidie Jaya

nusaone.id – Pidie Jaya –PIDIE JAYA – Sebanyak 185 jamaah calon haji asal Kabupaten Pidie Jaya mengikuti prosesi peusijuek atau tepung tawar yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Tgk Chik Pante Geulima, Senin (4/5/2026).

Prosesi adat khas Aceh tersebut dilaksanakan sebagai bentuk doa, restu, serta harapan agar para jamaah diberikan keselamatan dan kelancaran dalam menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, MA, S.Sos., MM, dalam kesempatan itu berpesan kepada para calon jamaah haji agar turut menyampaikan salam kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW saat berada di Tanah Suci.

Baca Juga |  Wagub Aceh: Tambang Liar Bukan Sekadar Masalah Hukum, Tapi Ancaman Hidup

 

Exif_JPEG_420

Kami titip salam kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Semoga seluruh jamaah diberi kemudahan dan menjadi haji yang mabrur,” ujar Bupati.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Kementerian Agama, tokoh masyarakat, serta keluarga jamaah yang datang memberikan dukungan dan doa bagi para calon tamu Allah.

Suasana religius tampak menyelimuti jalannya acara. Para jamaah yang mengenakan pakaian serba putih mengikuti rangkaian prosesi dengan penuh kekhusyukan dan haru.

Tokoh agama bersama pejabat daerah secara bergantian melakukan peusijuek kepada jamaah. Doa dipanjatkan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kesabaran, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Baca Juga |  Syawal 1447 H Berpotensi Jatuh 20 Maret 2026, Ini Penjelasan Hisab dan Rukyat

Kepala Dinas Syariat Islam Pidie Jaya, Said Abdullah, SH, MKM, mengatakan peusijuek bukan sekadar tradisi adat, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Aceh.

“Peusijuek ini adalah bentuk doa dan harapan kita bersama agar jamaah diberikan keselamatan selama perjalanan hingga kembali ke tanah air,” katanya.

Berdasarkan data, jumlah jamaah calon haji tahun ini terdiri dari 183 jamaah dan dua petugas kloter, dengan rincian 120 perempuan dan 63 laki-laki yang berasal dari Kecamatan Bandar Baru, Pante Raja, Trienggadeng, Meureudu, Meurah Dua, Ulim, Jangka Buya, dan Bandar Dua.

Baca Juga |  Polres Pidie Jaya Lakukan Penyiraman Jalan Demi Kenyamanan Warga Pascabanjir

Para jamaah dijadwalkan akan dilepas secara resmi dari Gedung MTQ Pidie Jaya sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 17 Mei 2026 malam sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

 

 

(Tim Redaksi Putra Chan/Arju Na Fahlefi)

Prosesi adat khas Aceh tersebut dilaksanakan sebagai bentuk doa, restu, serta harapan agar para jamaah diberikan keselamatan dan kelancaran dalam menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

 

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Wagub Aceh Tekankan Deep Learning sebagai Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan

Nasional

Hari Pers Sedunia 2026: Pemerintah Pidie Jaya Tegaskan Komitmen Demokrasi

Lingkungan

Perkuat Sinergi Ulama–Umara, Wagub Aceh Tekankan Peran Strategis Dayah

Nasional

Dinsos Ingatkan Tenggat Pengajuan Bansos Mei 2026, Berkas Wajib Masuk Sebelum 18 Mei

News

Wagub Aceh Kunjungi Abu Paya Pasi, Dorong Pembangunan Berbasis Nilai Islam

Lingkungan

Wagub Aceh Cek Jalan IJD Rp24 Miliar di Pidie, Konektivitas Wilayah Meningkat

Nasional

Warga Aceh di AS Dirikan Aceh Community Center di Pennsylvania

Lingkungan

Foreder Abdya Dorong IMM Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan