nusaone.id – Pidiie Jaya – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus mematangkan langkah strategis dalam pengendalian inflasi sekaligus memperkuat implementasi jaminan produk halal menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 dan momentum hari besar keagamaan lainnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui keikutsertaan Pemkab Pidie Jaya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual di Media Center, Selasa (5/5/2026).
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya diwakili oleh Sekretaris Daerah Dr. Munawar Ibrahim, S.KP., M.PH, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir. Orizal Safitri, S.MT, Inspektur Jaminan, S.Pd, Kepala Disperindagkop Hasbi, SE, Kepala Bappeda Dr. Yandi Yusnandar, ST., MT, Kepala Dinas Perhubungan Dr. Rizal Fikar, MM, serta Plt. Kepala Dinas Pertanian.
Sekretaris Daerah menyampaikan bahwa pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah, khususnya dalam menghadapi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Adha.
Menurutnya, langkah pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada pengawasan harga di pasar, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di seluruh wilayah Kabupaten Pidie Jaya.
Selain itu, sosialisasi jaminan produk halal dinilai sangat penting dalam mendorong peningkatan kualitas produk lokal agar memiliki daya saing yang lebih tinggi serta mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Penguatan sistem jaminan produk halal menjadi peluang besar bagi pelaku usaha daerah untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar,” ujarnya.
Pemkab Pidie Jaya juga terus mengintensifkan berbagai langkah konkret seperti pelaksanaan operasi pasar, pemantauan harga secara berkala, penguatan sektor pertanian, serta dukungan terhadap pelaku usaha lokal.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga tetap terjaga, inflasi dapat dikendalikan, serta kondisi ekonomi masyarakat tetap stabil dan kondusif.
(Prokopim)


















