nusaone.id –Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus mempercepat proses rekonstruksi rumah warga sejak terjadinya banjir hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu.
Upaya itu dilakukan melalui penyaluran bantuan hunian bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membantu masyarakat agar segera kembali menempati rumah yang layak huni dan aman.
Ia menjelaskan, bantuan pada tahap ini diberikan kepada 282 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tujuh gampong.
Adapun rinciannya yakni Gampong Blang Awe sebanyak 14 KK, Manyang Cut 41 KK, Meunasah Lhok 83 KK, Beurawang 90 KK, Blang Cut 18 KK, Dayah Usen 11 KK, dan Meunasah Bie 25 KK.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 269 Kepala Keluarga telah menerima buku tabungan sebagai syarat pencairan bantuan.
Sementara satu Kepala Keluarga tercatat telah meninggal dunia dan saat ini sedang dalam proses verifikasi agar bantuan dapat diteruskan kepada ahli waris.
Sedangkan 12 Kepala Keluarga lainnya masih dalam proses karena belum dapat dilakukan asesmen di Bank BSI.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pihak perbankan, serta tim teknis lapangan agar proses pencairan bantuan dan pembangunan rumah warga berjalan lancar.
“Semoga masyarakat yang terdampak segera kembali menempati rumah yang layak dan aman,” tutup Okta Handipa.
(Tim Redaksi Putra Chan/Arju Na Fahlefi)


















