Home / Daerah / Headline / Lingkungan / Nasional / News / Opini / Pemerintah Aceh / Peristiwa / Sosial

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:56 WIB

Haru di Langkahan, Pengungsi Banjir Akhirnya Bisa Berbuka dengan Daging

nusaone.id – Langkahan – Suasana haru menyelimuti warga pengungsi banjir di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, saat waktu berbuka puasa tiba, Selasa (17/3/2026). Di tengah keterbatasan akibat bencana, warga akhirnya dapat menikmati hidangan daging yang telah lama mereka rindukan.

Kebahagiaan tersebut hadir berkat bantuan satu ekor sapi dari Wakil Gubernur Aceh yang diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir. Bantuan ini merupakan respons atas permintaan warga yang ingin merasakan berbuka puasa dengan lauk istimewa di bulan Ramadan.

Salah satu warga pengungsi, Yusuf (52), mengaku sangat terharu karena keinginan sederhana mereka akhirnya terwujud. Ia mengatakan, sejak banjir melanda, warga jarang bahkan hampir tidak pernah menikmati makanan bergizi seperti daging.

Baca Juga |  Wali Nanggroe Aceh: Satu Data sebagai Kunci Penanggulangan Permasalahan Sosial di Aceh

“Sudah lama sekali kami tidak makan daging. Kami hanya ingin bisa berbuka bersama dengan lauk yang istimewa, walaupun sederhana,” ujar Yusuf dengan mata berkaca-kaca.

Permintaan tersebut sebelumnya disampaikan langsung kepada Wakil Gubernur Aceh saat kegiatan buka puasa bersama di Masjid Matang Drien. Tanpa menunggu lama, permintaan itu langsung direspons dengan pengiriman satu ekor sapi ke lokasi pengungsian.

Pada hari yang sama, sapi tersebut disembelih dan diolah secara gotong royong oleh warga pengungsi. Suasana kebersamaan tampak begitu kuat, dengan warga saling membantu menyiapkan hidangan berbuka puasa.

Baca Juga |  Polresta Banda Aceh Bongkar Jaringan TPPO Internasional

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan rasa empati dan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat.

“Saya terharu melihat kondisi masyarakat di sini. Di tengah ujian, mereka tetap kuat dan sabar. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk kehadiran pemerintah agar masyarakat tidak merasa sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan, terutama bagi masyarakat yang sedang menghadapi cobaan.

Bagi warga pengungsi, bantuan tersebut bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi simbol perhatian dan kepedulian pemerintah di tengah masa sulit yang mereka alami.

Baca Juga |  Polres Pidie Gelar Upacara Hari Pahlawan 2025

Di antara tenda-tenda pengungsian, senyum mulai kembali terlihat. Anak-anak hingga orang tua berkumpul menanti waktu berbuka dengan penuh harap.

Momen berbuka puasa bersama itu pun menjadi penguat semangat bagi warga, bahwa di tengah cobaan masih ada kepedulian dan kebersamaan yang menghangatkan.

Bantuan satu ekor sapi mungkin terlihat sederhana, namun bagi warga pengungsi Langkahan, hal tersebut menjadi kebahagiaan yang tak ternilai dan pengingat bahwa mereka tidak sendiri menghadapi ujian.

 

(**)

 

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Wagub Fadhlullah: Gedung VVIP Bandara SIM Khusus Jemaah Haji 2026

Headline

Akademi Akupuntur Aceh Buka Layanan Akupuntur Gratis di Samping PMI

Daerah

Penanganan Kasus Pencurian di Baitussalam, Polisi Sudah Turun Ke Lokasi Kejadian

Headline

Akademi Akupuntur Aceh Gelar Pengobatan Alternatif Gratis di Gampong Manyang Cut

Lingkungan

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 185 Jamaah Haji Pidie Jaya

Nasional

Wagub Aceh Tekankan Deep Learning sebagai Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan

Daerah

Mutiara Kasab dan Semangat Istri Prajurit Mengangkat Budaya Aceh di Persit Bisa 2026

Hukum & Kriminal

JRG Gugat Putusan Pailit, Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung dan Lapor ke Bareskrim Polri